Busuknya Media hanya Karena "Ketapel"

Tren Seo ~ Hanya bermodalkan pemikiran suudzon polisi brengsek semata, para media cecunguk itu pun lantas menjadikannya sebagai senjata untuk menyerang umat Islam dengan cara menempatkannya di bagian judul dan paragraf awal berita. Sementara inti permasalahan di mana ketapel-ketapel itu hendak dikirim ke Maros, Sulawesi Selatan hanya untuk dijual lagi, berikut kalimat kutipan klarifikasi langsung dari pihak penjual, justru ditaruh di bagian bawah berita.






Secara psikologis, judul berita dan paragraf awal akan sangat berpengaruh dalam memberi pembaca gambaran pada inti permasalahan dan tentunya itu bisa dimanfaatkan menjadi salah satu bentuk penggiringan opini yang licik.

Dengan menempatkan pokok permasalahan sebenarnya di bagian bawah berita, itu menjadikannya rendah dalam hal prioritas pemberitaan sehingga pembaca pun akan lebih menangkap apa yang tertulis di judul dan paragraf awal karena mindset mereka sudah terlanjur dikondisikan di sana.

Tidak sedikit pembaca yang malas membaca isi berita keseluruhan dengan alasan "terlalu panjang" dan mereka merasa sudah mengetahui permasalahan secara keseluruhan hanya dengan membaca judul dan paragraf awal saja atau bahkan cukup judul saja.

Disitu lah mereka terjebak propaganda busuk dari pembuat berita.

Bandingkan dengan pemberitaan oleh Detik (yang padahal sama-sama media sekuler-liberal), di mana mereka memberi judul “1.000 Katapel Akan Dikirim ke Maros Diamankan Polisi di Surabaya” dan menempatkan inti permasalahannya pada paragraf awal.



Share on: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg LintasMe

Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top