Benci Islam atau Benci Razia Warung?

Tren Seo ~ Ikut menanggapi masalah tentang razia warung dan islam... simak post berikut

Benci Islam atau Benci Razia?


bismillah, saya ikut berkomentar ya.... dan jika ada haters mampir maaf2 wae saya tidak mau berdebat... (gk dapat duit dan gk dapat pahala ane berdebat hehe)...
1. mengenai donasi kepada Ibu-Ibu yang kena Razia Satpol PP... saya rasa ini adalah propaganda untuk merusak Islam... (saya coba jelaskan setelah beberapa poin).
2. Serang atau Banten adalah wilayah mayoritas Muslim, bahkan disana sudah dapat gelar kota santri juga.
3. jika alasan tidak buka warung di siang hari takut tidak dapat duit, berarti kita tidak percaya sama janji Allah Ta'ala soal rezeki..
4. bisa saja kita dapat duit dari cara yang salah, tapi mungkin tidak barokah!
5. bisa saja dapat duit meski kita kelakuannya bejad, tapi ingat bisa jadi itu istidraj!
SKIP..
6. kenapa saya bilang ini adalah propaganda? karena ini menyangkut kepada akidah bahkan juga kepada rukun islam atau pilar-pilar Islam yang ke 3 <--- yaitu puasa!
7. otak bawah sadar kita bahkan juga otak sadar kita digiring untuk menjadi simpati bahkan empati kepada yang tidak puasa.
8. seolah benar kita harus menghargai orang yang tidak berpuasa, tapi kita lupa amar ma'ruf nahi munkar
9. seolah benar mengenai amanaluna amalukum, padahal bisa jadi amalku amalmu amal kita... (baca dalil/hadits tentang cegahlah kemungkaran dengan tangan atau dengan ucapan, ataupun dengan hati)
10. mungkin cara satpol PP terlalu extreme, dan karena keExtremeannya itu dijadikan masoniah (baca: freemason) Indonesia untuk senjata doktrin merusak otak kaum Muslimin.
11. terbukti banyak muslim yg menjadi empati pada si Ibu dan menyumbang donasi sebanyak-banyaknya kepada si Ibu.
12. karena media terus menayangkannya, dan bahkan juga media sosial pun ikut memberitakannya secara masif.
13. lalu setelah ketahuan si ibu di kasih donasi malah tetap jualan lagi, akhirnya banyak yang sakit hati (ngerasa? maaf).
renungkan
14. propaganda seperti ini tidak terjadi hanya pada puasa saja. tapi juga terhadap ibadah-ibadah yang lainnya.
15. contoh yang paling RAMENYA adalah poligami, ditayangkanlah sekumpulan orang2 yang gagal poligami, dan terus dipertontonkan lewat media dan menjadikan kita benci pada poligami. (baca juga al hujurat ayat 12)
16. padahal seharusnya kita benci pada orangnya bukan pada poligaminya.
17. terbukti banyak yang jadi tidak suka pada poligami.
18. dan media pun menggiring kita untuk pro LGBT juga pro Maksiatan, yang pacaran dibela, yang homo dibela, yang lesbi dibela, yang kumpul kebo dibela, giliran yang poligami meski sakinah dan mawadah eh malah DIBULLY.
19. seolah yang poligami adalah urusan kita, padahal yang seharusnya menjadi urusan kita adalah yg versi kemaksiatan (baca: amar ma'ruf nahi munkar)
skip
20. apakah hanya sampai dikasus poligami saja? tidak. Jenggot pun yang sunnah digoblok2in. media ngeramein
21. apakah sampai dikasus jenggot saja? tidak. tahajud pun yang sunnah digoblok2in. media ngeramein.
22. apakah sampai dikasus tahajud saja? tidak. baca al-Qur'an meski WAJIB (al ankabut ayat 45) digobolok2in. media ngeramein.
23. apakah sampai dikasus baca al-Qur'an saja? tidak.. jidat hitam goblok, yang cadaran goblok, yang jilbabnya lebar goblok, yang celananya ngatung (kagak isbal) goblok, dll goblok.
24. padahal (maaf) kegoblokan itu terjadi pada yang ngomong gobloknya itu..
25. dan doktrin kegoblokan ini berhasil membuat (sebagian) kaum muslimin tercuci otak seolah benar tipe2 diatas adalah goblok...
26. kalo gk goblok ya teroris.
27. mirisnya sampai ada anak2 pun yang minta pada ayah dan ibunya "ummy, aby... jangan do'akan saya jadi anak sholeh ya, takut jadi orang goblok/teroris"
28. mari terbangunlah dari mimpi dunia nyata ini (sadarlah!)...



NB: kita lihat si Ibu yang di razia saja bisa Empati, kenapa lihat yang jomblo gk empati? padahal 200juta itu bisa nikahin masal para jomblowan dan jomblowati lho!.. bener tidak? *eh malah jadi bahas soal jomblo.

Edisi Copas Kaze Kate


Share on: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg LintasMe

Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top